Selamat atas dilantiknya Bpk. Prof. Dr. H. Sumaryoto sebagai Rektor Unindra Periode T.A 2013/2014 - 2016/2017

Dirjen Dikti: Mahasiswa, Push Them to The Limit!

Dirjen Dikti: Mahasiswa, Push Them to The Limit!

Dalam salah satu pertemuannya dengan para rektor Universitas Muhammadiyah di Seluruh Indonesia, Dirjen Dikti, Fasli Jalal menyampaikan ide-ide yang fundamental untuk pengembangan perguruan tinggi Indonesia ke depan, misalnya bagaimana mengembangkan student active learning. Bagaimana mahasiswa dibina dan dibimbing di kampusnya akan sangat mempengaruhi gambaran mutu, kualitas dan nilai jual dari sumber daya manusia Indonesia.
Oleh karena itu dirjen meminta betul agar perguruan tinggi mengawal, memotivasi, dan menfasilitasi mahasiswanya, mulai dari masuk sampai mereka menyelesaikan studinya agar selalu spartan dan aktif dalam belajar dan pengembangan dirinya. Menurut dirjen, upaya mendorong dan menfasilitasi mahasiswa agar aktif belajar adalah sama pentingnya dengan membangun infrastruktur kampus dan program studi.

"Sebetulnya untuk memulai program ini tidak membutuhkan biaya, cukup dengan perlakuan dan pengakuan kita terhadap mahasiswa dengan cara-cara sederhana. Datangi dan kunjungi kantong-kantong kelompok-kelompok studi mereka, beri mereka semangat", kata dirjen

"Selalu pacu mahasiswa itu terus belajar dan mengembangkan diri sampai pada limit kemampuan paling ujung. Push them to the limit. Sampai mereka menyerah tidak sanggup lagi. Tunjukkan kepada mereka suatu etos bahwa tanpa kerja keras tidak akan pernah mencapai apa-apa. No pain no gain", tambah dirjen.

Dirjen Mencontohkan bagaimana etos kerja keras dan semangat belajar itu telah menjadi habitus di dunia kampus luar negeri, seperi di Cornell University, almamaternya. "pesta boleh, tapi kalau sudah belajar, mereka bahkan tidak sempat lagi mandi, pakaian. Semuanya menjadi sekunder saja. Semuanya tertuju pada penyelesaian assignment, mencari ilmu, bagaimana mereka lebih lead dalam diskusi. Semua itu sudah menjadi Kultur.
Upaya sederhana dari fasilitasi ini adalah sumber-sumber belajar untuk mahasiswa selalu ada dan tersedia terus tanpa "mengenal waktu". Seperti perpustakaan yang memadai dan "selalu hidup" dipergunakan oleh mahasiswa-mahasiswanya; akses-akses terhadap internet, hot spot ada di relung-relung kampus.

Satu hal menarik lain yang diusulkan oleh Dirjen adalah adakan studium generale yang terstruktur dalam durasi waktu 1-2 jam. Datangkan orang-orang yang sudah dianggap tokoh, rujukan, panutan, dan orang yang tidak terlalu terkenal tapi memiliki prestasi membanggakan dan dia mendapatkannya dengan upaya yang "berdarah-darah". Untuk nara sumber terakhir ini Kata dirjen, biasanya Koran seperti Kompas, Tempo dalam rubrik sosok biasanya mencover hal ini. Menurut dirjen ini adalah riil scenario yang mudah untuk dilaksanakan, tapi sering alpa/luput dari perhatian dunia perguruan tinggi.

Ke depan, Dirjen meminta para rector untuk melakukan pemetaan dan mengembangkan pola-pola pembinaan mahasiswa agar mahasiswa aktif belajar di kampusnya. Bagi perguruan tinggi yang berhasil melaksanakannya akan menjadi best practice. Pada gilirannya akan dicontoh oleh kampus-kampus lainnya.

Kata dirjen, kalau itu bisa dilakukan, Dikti akan coba Bantu dengan block grant dalam skim program pengembangan soft skill bagi mahasiswa. Menurut Dirjen titik inovasi tidak harus dimulai dari satu PTN. Tidak harus muncul dari universitas-universitas yang tua. Yang baru bisa muncul dengan angel pembaharuan yang atraktif dan tajam.

Saat ini kata dirjen sembari memberika motivasi, Yohanes Surya dengan Universitas Multi Medianya, dia akan merekrut Mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang studi doctor di universitas-universitas terbaik di dunia. Mereka "diundang" langsung dengan gaji 25 juta per bulan diluar fasilitas rumah dan alat-alat mobilitas. Artinya pada tahun 2009, kata dirjen, mereka sudah punya doktor-doktor dari center of Excellence di dunia. Siapa yang bisa menyaingi dan kampus mereka didukung oleh dana yang tidak terbatas.

(dikti.go.id)

Mulai tanggal 1 Februari 2013 Kampus Unindra Pusat pindah ke alamat Jl. Raya Tengah, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo - Jakarta Timur. Kode Pos: 13760. Telp.: (021) 87797409. Fax.: (021) 87797412

  

Sun, 19 May 2013, 07:21:35 PM (WIB=time+007)