Pengisian KRS Semester Genap T.A. 2013/2014 dan Pengambilan KHS Semester Ganjil T.A. 2013/2014 mulai tanggal 24 Februari 2014

Pendidikan sebagai Modal Besar Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta, Rabu (29 April 2009) -- Pendidikan terutama di bidang sains, teknologi, dan seni merupakan modal besar untuk menjamin agar pembangunan terjaga keberlanjutannya. Harus dipikirkan bagaimana sains, teknologi, dan seni dapat membuat semua penduduk Indonesia dan juga dunia sadar bahwa keberlangsungan kehidupan bumi harus dijaga.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal, selaku Ketua Panitia Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) mengatakan, pendidikan untuk menjamin pembangunan yang berkelanjutan telah dimasukkan ke dalam berbagai kegiatan peringatan Hardiknas 2009. "Pada akhirnya semua hal yang dilakukan di bidang sains, teknologi, dan seni diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa. Apalagi seni sangat menentukan di bidang kreativitas, " katanya saat memberikan keterangan pers di Depdiknas, Jakarta, Rabu (29/04/2009) .

Fasli mengatakan, peringatan Hardiknas dengan tema Pendidikan Sains, Teknologi, dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa akan dirangkai dengan berbagai kegiatan. Dia menyebutkan, upacara peringatan Hardiknas akan dilaksanakan di kantor Depdiknas, Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2009. Upacara juga akan dilaksanakan secara serentak di kantor dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota, serta sekolah di seluruh Indonesia.

Usai upacara peringatan, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo, akan menyematkan Satya Lencana Karya Satya kepada 109 pegawai di lingkungan Depdiknas yang mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi dengan masa kerja 10 hingga 30 tahun. Acara lain adalah pemberian penghargaan diantaranya pemilihan masyarakat berprestasi, gubernur berprestasi, daerah berprestasi, siswa berprestasi, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. "Puncak peringatan akan diselenggarakan bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemda Jawa Barat," katanya.

Fasli menyampaikan, pemerintah akan menaikkan jumlah mahasiswa yang masuk ke bidang sains dari lima persen menjadi sepuluh persen. Dia mengatakan, upaya untuk meningkatkan minat siswa terhadap sains akan dilakukan dengan memberikan insentif melalui berbagai lomba - lomba, studi banding, dan fasilitas laboratorium canggih. "Di sekolah sudah diajarkan cuma minat mereka kadang bervariasi. Kita ingin memastikan agar sains ini diajarkan dnegan menyenangkan dan difasilitasi dengan berbagai peralatan multimedia.

Lebih lanjut Fasli mengatakan, pemerintah akan memberikan penghargaan bagi guru - guru yang berhasil menemukan metode pembelajaran yang bagus. Kemudian, kata dia, lomba - lomba olimpiade akan diperbanyak dan akan membawa juara nasional ke tingkat internasional.
Terkait dengan pendidikan seni, Fasli mengatakan, seni merupakan potensi nasional yang luar biasa. Menurut dia, produk - produk seni seperti seni pertunjukkan selalu mendapatkan apresiasi yang luar biasa saat ditampilkan di luar negeri. Pada 2009, kata dia, pemerintah memberikan bantuan (blockgrant) sebanyak Rp.1 milyar kepada pendidikan tinggi seni dan Rp.500 juta kepada pendidikan tinggi umum. Kuota yang diberikan sebanyak masing - masing lima untuk pendidikan tinggi seni dan lima pendidikan tinggi umum. "Satu sudah diputuskan yakni tim Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang Panjang akan dikirim ke Pekan Seni Pasar Tongtong di Belanda," katanya.

Rektor ITB Djoko Santoso menyampaikan, puncak peringatan Hardiknas 2009 akan diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat pada 14 Mei 2009. Direncanakan, acara akan dihadiri oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. "Selanjutnya, Bapak Presiden akan meresmikan beberapa proyek pembangunan di Jawa Barat," katanya.

Djoko mengatakan, acara akan dirangkai dengan kegiatan pameran yang akan menampilkan riset - riset unggulan berbagai perguruan tinggi termasuk sekolah menengah kejuruan (SMK). "ITB sendiri akan menampilkan pameran fokus penelitian, yakni energi berkelanjutan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), bioteknologi, desain dan seni, serta infrastruktur. Akan dipamerkan juga toko buku mobil," katanya.***

sumber: http://www.depdiknas.go.id/

Unindra Online :

Mulai tanggal 1 Februari 2013 Kampus Unindra Pusat pindah ke alamat Jl. Raya Tengah, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo - Jakarta Timur. Kode Pos: 13760. Telp.: (021) 87797409. Fax.: (021) 87797412

  

Fri, 25 April 2014, 12:48:26 AM (WIB=time+007)